RAHASIA mengapa seseorang bisa berpenghasilan Rp 20 Juta / bulan (#1)

24 04 2009

Dear, Temans. Sepertinya sudah sangat lama saya tidak mengisi kembali blog serial kemakmuran ini. Hari ini saya kembali, setelah sekian lama “teracuni” oleh demam Facebook. Hehehe…

Kembali pada judul yang sudah saya tuliskan diatas, saya akan membagikan kepada Anda sebuah rahasia besar! Ya,  rahasia BESAR ini dicuplik dari teman-teman dekat saya yang SUDAH terbukti berpenghasilan minim Rp 20 juta per bulan, seperti Joko Susilo, Tung Desem WaringinHaryo Prabowo, Jay L Abraham (#1 Marketing Genius), dll. Ingin tahu? Sabar. Ikuti pelan-pelan, ok? Dan inilah,

Rahasia itu adalah : AKSI-REAKSI.

Koq? Ya! Jangan bertanya dulu, ok? Nanti anda akan paham dengan sendirinya. Seperti yang kita rasakan bersama, bahwa semakin besar aksi yang kita keluarkan, maka semakin besar reaksi yang akan kita dapatkan, sama dengan hukum aksi reaksi yang sudah pernah kita pelajari saat masih SMP dulu. Betul? Nah, mereka yang berpenghasilan besar itu memahami betul tentang aksi dan reaksi. Mereka melakukan suatu aksi untuk menghasilkan reaksi. Model reaksi yang bagaimanakah yang terjadi? Kita beberkan saja beberapa nama yang sudah saya cantumkan sebagai contoh diatas.

 

  • JOKO SUSILO. Joko merupakan salah satu internet marketer terhandal yang ada di Indonesia. Dia membuat sebuah situs www.formulabisnis.com yang sampai saat ini memiliki traffic jajaran atas di Indonesia. Semula banyak yang mempertanyakan, tetapi setelah mereka join dan membuktikan sendiri, baru mereka percaya. Saya sendiri termasuk yang mempertanyakan dan berpandangan sinis, namun sekarang tidak lagi. Apa yang JOKO lakukan? Dia bekerja dengan HATI. AKSI yang dia lakukan tidaklah semata-mata nafsu kapitalisasi belaka, ingin mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari konsumen dan mempedayainya. Alih-alih, dia mendidik dan mengajarkan kepada semua konsumen bahwa berbisnis itu harus dirintis dan harus ditekuni, tidak asal menjual jasa, atau bahkan “money game” seperti www.mesinuang.com dan yang sejenisnya yang menawarkan uang tanpa keringat. Saya sudah meriset sendiri dalam hitungan bulan terkait hal ini, dan JOKO adalah satu dari yang bekerja dengan HATI. Apa REAKSI-nya?  berduyun-duyun masyarakat bergabung dan sangat jarang menghasilkan perasaan kecewa setelah bergabung. Mereka bergabung juga dengan HATI.

 

  • TDW. Siapa yang tak kenal TDW. Dia salah satu direct marketer terhandal di bumi Indonesia. Buku-buku dan seminarnya banyak sekali menginspirasi para marketer, baik online maupun offline untuk bekerja lebih CERDAS dan sederhana. Ya, bekerja CERDAS. TDW  mengajarkan kita untuk melakukan pemasaran dengan ide-ide kretatif seperti ide karangan bunga-nya, siaran announcement, dll. Penasaran? Beli aja bukunya Marketing Revolution. Anda akan memperoleh banyak sekali ide-ide gila dan cerdas dalam pemasaran. Dengan aksi CERDAS, masyarakat merasakan bahwa mereka menjadi lebih CERDAS dan akhirnya turut bersama TDW membangun kesuksesan pemasaran.

 

  • HARYO PRABOWO. Haryo merupakan internet marketer TERMUDA yang pernah saya temui. Di usia 21 tahun, dia sudah berpenghasilan besar, mengalahkan penghasilan mereka yang seusia dengannya. Apa AKSI yang sudah dia lakukan? Kurang lebih Haryo sudah menerapkan konsep berdagang ala Rasulullah. Haryo mengandalkan kejujuran dalam pemasaran dan memenangkan konsumen. Anda bisa lihat di situsnya www.uangpanas.com, tidak terlalu sederhana dan berlebihan, apa yang diungkapkan didalam situsnya tidak melenceng dari isi produk yang dia jual. Apalagi untuk mereka yang newbie dalam internet marketing, penjelasan Haryo dalam produknya sudah luar biasa komplit dan bisa langsung diterapkan. Dua kata kunci yang saya rasakan ketika bertemu dengan Haryo: Kesederhanaan dan Kejujuran. Dan AKSI ini juga memancing ribuan orang untuk bergabung dengan uangpanas.com.

Setelah kita simak contoh diatas, mungkin bisa kita simpulkan, bahwa menuju penghasilan 20 juta per bulan tidak bisa dilakukan dengan motivasi kapitalisasi saja. Perlu ada kerja yang melibatkan hati dengan ketulusannya, pikiran dengan kecerdasannya, dan sikap mental dengan kejujuran dan kesederhanaannya. Dan semua itu tidak bisa kita dapatkan hanya dengan berdiam diri. Jika Anda ingin memiliki penghasilan besar, bermimpilah besar, beraksi besar, dan dapatkan hasil besar. Semua orang yang menjanjikan cara-cara instan untuk kaya, WAJIB untuk tidak diikuti. Semua harus ada AKSI untuk REAKSI. Dan itu sudah menjadi hukum alam.

Ok, demikian dari Saya untuk sesi #1 ini, saya menunggu kritikan, komentar, dan pertanyaan terbaik dari Anda untuk pengembangan diri kita bersama.

Salam semangat penuh cinta,

mas Army

 

PS: Bagi yang ingin belajar membuat blog luar biasa, ikuti program pembelajaran 7 minggu disini. Berbayar sih, tapi tak sebanding dengan hasil yang akan anda dapatkan. www.rahasiablogging.com.





The Answer

26 12 2008

Wah, sudah sangat lama aku tidak menjamah halaman wordpress. Rasanya kangen dengan kata demi kata yang tertulis. Ok! Masih dengan tema yang serupa dengan sebelumnya, aku akan membahas sedikit tentang buku yang barus saja selesai dibaca. Judulnya: The Answer.

82122 Ini cover bukunya

answer_john_murray ini pengarangnya

Secara singkat, buku ini membahas tentang penerapan dari hukum tarik menarik (The Law of Attraction). Jadi, jika kita memiliki suatu mimpi yang begitu mendalam hingga menusuk jiwa, yang benar-benar merasuk ke alam bawah sadar, maka realisasinya hanyalah masalah waktu.

Pada bab awal ada hal yang sangat menarik bagi saya: Penemuan yang aneh, yakni pikiran memengaruhi materi. Menurut buku tersebut, selama 20 tahun karya radikal einstein, terjadi sebuah revolusi lain dlam pandangan dunia, yang sama revolusionernya dengan karya Einstein. Ini dimulai dengan dua pionir terdahulu dunia kuantum, seorang fisikawan Denmark, Niels Bohr, dan muridnya, Werner Heisenberg.

Bohr dan Heisenberg mempelajari perilaku yang membingungkan dari partikel-partikel subatom dan mengenali bahwa sekali lagi anda memandang ke kedalaman inti atom, “partikel-partikel yang tidak terbagi” ini sama sekali tidak mirip miniatur tata surya yangteratur, yang terdiri atas bola-bola bilyar yang kita duga, tetapi sesuatu yang lebih berantakan. Partikel-paertikel ini mirip dengan paket-paket kecil dari kemungkinan.

Setiap partikel subatom tampaknya bukan hadir sebagai “benda” yang padat dan stabil, tetapi sebagai potensi segala jenis kemungkinan dirinya. Prinsip ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa mustahil mengukur semua sifat sebuah partikel  subatom sekaligus. Misalnya, jika anda mencatat informasi mengenai lokasi sebuah proton, Anda tidak dapat memastikan kecepatannya atau arah orbitnya. Sebaliknya, jika Anda bisa menemukan kecepatannya, Anda tidak akan bisa menemukan lokasinya.

Karya Bohr dan Heisenberg memunculkan pengertian bahwa di tingkat yang paling mendasar, materi fisik belum menjadi apapun. Menurut pengertian baru ini, pada skala subatom, realitas bukan terbuat dari substansi yang padat, tetapi dari medan-meadn potensialitas – mirip kumpulan sketsa atau gagasan kemungkinan suatu benda daripada benda itu sendiri. Sebuah partikel akan mengambil karakter spesifik sebuah “benda” material (dalam istilah ilmuwan: sifat-sifat benda akan runtuh ke dalam stu keadaan tunggal) hanya ketika partikel itu diukur dan diamati.

Hal yang sungguh aneh itu adalah: penemuan bahwa tindak pengamatan memengaruhi perilaku partikel-partikel ini.

Setiap kali para ilmuwan mencari sebuah elektron, sebuah elektron akan muncul, tepat di tempat merek mengharapkannya. Tidak menjadi masalah apakah orang yang melakukan pengamatan itu ilmuwan atau supir bus. Malah sebenarnya, yang lebih aneh lagi, tidak lama kemudian ditemukan bahwa sekedar niat untuk mengukur partikel-partikel, bahkan tanpa melaksanakan tindak pengukuran itu sendiri, tetap akan memengaruhi partikel-partikel itu!

Tiba-tiba subjektivitas – rindak kesadaran atas sepotong “materi” – menjadi unsur esensial dalam sifat realitas.

Subhanallah..

Kata kuncinya adalah: ternyata mimpi, harapan, dan cita-cita benar-benar bisa mempengaruhi kenyataan yang terjadi atas mimpi itu di masa datang. Hati-hati terhadap pikiranmu, kawan..





Pelajaran dari Sang Guru (2nd)

22 11 2008

imagesSekembalinya dari perjumpaan itu, aku diam-diam merenungkan dalam hati. Ya, Passion. Hasrat. Kemauan. Aku sangat menyadari, bahwa Jiwa ini akan sangat luas ketika hasrat itu mengangkasa.

Alhamdulillah, beberapa hari setelah pertemuan itu, aku diberikan kesempatan lagi untuk bertemu sang guru, di sebuah ballroom hotel lain di pusat kota.

“sudah merenungnya?”

“sudah, guru.. Saya sadar, ada ruang pondasi pikiran yang menanti untuk kita isi dengan hasrat dan kemauan”

“bagus. Nah, siap menerima pelajaran berikutnya?”

“siap, guru!”

“tapi sebelumnya, kamu sudah bisnis apa saja setelah memiliki passion??”

“belum ada, guru. saya mau belajar dulu sekarang tentang bisnis. Baru setelah lulus, saya akan merintis bisnis pertama saya”

“kalau gitu nanti saja pelajaran selanjutnya. Setelah bisnismu jalan”, kata guru sambil mengerjakan sesuatu di laptop.

“Lho, kenapa guru? saya siap sekarang untuk menerima pelajaran. Jangan nanti..”

“nak, semakin kamu tahu tentang bisnis, semakin kamu takut untuk bisnis. Coba lihat, sangat banyak lulusan MBA, S2 Financial and Accounting, doktoral bisnis, tapi tidak segera memulai bisnis. Mereka takut. Ngeri liat angka-angka yang bertaburan diatas kertas financial plan”

Aku tercenung.

“iya, kan? Nah, sekarang kamu pulang, pikirkan lagi tentang sebuah usaha yang akan kamu jalani. Saya ada tips untuk memulai bisnis. Satu, BODOL. Berani Optimis dengan Duit Orang Lain. Kalau kamu ngga punya modal untuk bisnis, minjem. Siapa aja. Bank, ortu, teman, sahabat, tetangga depan rumah, ibu kos, rekan bisnis, siapapun lah, yang bisa ngasih modal ke kamu”

“Bapak mau ngasih saya modal?” Read the rest of this entry »





Pelajaran dari Sang Guru (1st)

22 11 2008

businessmanKali ini, saya akan memuat sekuel kedua dari serial learning in life university. Beberapa seri berikut akan mencerahkan kita tentang bagaimana kita belajar berjalan dalam gelap. Silakan dibaca. No Skimming.

Pelajaran berharga itu diawali dengan pertemuan saya dengan sang guru di sebuah hotel terkenal di Bandung. Dan mungkin inilah awal perubahan besar yang akan terjadi bagi diriku.

“Jadi, kamu masih mau bisnis?”, tanya beliau dalam sela-sela istirahat sebuah diskusi

“iya, pak. Dengan segenap jiwa dan raga saya..”

“hmm.. kenapa kamu mau bisnis?”

“saya ingin kaya, pak”

“terus?”

“ya, pokoknya kaya aja.. Seperti Bapak”

“berapa nominal yang kamu ingin capai?”

“saya ingin punya aset IDR 7T, dan Passive Income IDR 2M/bulan”

“bagus. Hutangnya ada?”

“Ga ada, pak. Saya ga mau punya hutang..”

“Hm.. Jangan. Hutang aja, nggak apa-apa. Masak pengusaha ga punya hutang. Yasudah, nanti saya jelaskan dalam sesi yang lain tentang seluk beluk hutang”

“Saya cuma ingin menjelaskan satu hal dulu kepada kamu”, sambungnya sambil mengambil secangkir hot espresso dan kemudian perlahan diminumnya sedikit demi sedikit. Read the rest of this entry »





Where Will You Go? (5th)

17 11 2008

Banyak yang mau berubah,
tapi memilih jalan mundur.

Andakah orangnya?

Berikut cuplikan cerita dari Ust. Yusuf Mansur. Semoga bermanfaat buat anda. Wajib baca pelan-pelan, jangan di scanning, kalau mau dapat hikmahnya. Selamat membaca!

yusuf_mansyur_002Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya,
“Nanti di depan ke kiri ya”.
“Masih banyak, Pak Ustadz”.
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti.

“PakUstadz!”

Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.

“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”.

Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.

“Saya ke toilet dulu ya”.
“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”
“Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”
“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”
Read the rest of this entry »





Where Will You Go? (4th)

12 11 2008

poor-indian-childBerbicara tentang masa depan, saya jadi merasa mesti harus mengintrospeksi diri. Kenyataannya, kemampuan manusia dalam membangun mimpi tidak lebih kuat daripada dorongan ketika bertemu dengan realita yang sangat jamak dalam menggagalkan mimpi tersebut, yakni kebiasaan menunda. Dan mungkin, kemampuan untuk menunda tersebut, bisa jadi, merupakan sebuah bentuk perasaan takut dari lubuk hati yang terdalam kita terhadap 1 kata: kemiskinan. Miskin dalam segala hal: finansial, iman, persahabatan, dll.

Sadarkah kita, ketika kita menunda suatu pekerjaan, maka sebenarnya saat itu kita juga tengah mengalami perasaan berikut sebagai ekspresi dari ketakutan terhadap kemiskinan tadi:

  1. Overwaspada
  2. Kecemasan
  3. Ketidakpedulian (umumnya diekspresikan dalam bentuk tidak memiliki ambisi, malas secara mental dan fisik, menerima kompensasi apapun yang diberikan tanpa protes, menoleransi kemiskinan)
  4. Tidak/lambat mengambil keputusan (kebiasaan membiarkan orang lain berpikir untuk dirinya)
  5. Keraguan (umumnya diekspresikan dengan alibi/alasan yang disiapkan untuk menutup-nutupi kegagalan. Sering juga terekspresi dalam bentuk rasa iri atas keberhasilan seseorang atau mengkritik mereka)

Read the rest of this entry »





Where Will You Go? (3rd)

11 11 2008

Setelah kita memiliki berbagai macam mimpi besar dan indah, tinggal satu persoalan besar dan terberat, yaitu mewujudkannya. Sebelum membaca artikel pada post selanjutnya, sepertinya kamu perlu mengisi polling dibawah ini terlebih dahulu.





Where Will You Go? (2nd)

2 11 2008

Ok. Cukup merenungnya yang hampir 1 bulan (alasan.. padahal lagi males aja.. hehe..).

baidewey, postingan saya dibawah, jujur saja, tidak bermaksud ingin mempropaganda kita semua dengan virus bisnis/wirausaha. Saya hanya ingin bertanya saja sama kita, kenapa ya, jarang dari kita yang punya rencana spesifik berdasarkan tujuan spesifik. Contoh:

Ujang seorang calon sarjana teknik mesin yang akan lulus pada tahun 2010. Sebelum dia lulus, ada beberapa hal yang dia rencanakan berdasarkan visi besarnya:


Memiliki bioenergy equipment manufacturing terbesar di Indonesia dengan omzet Rp 1 T per bulan di tahun 2035.

Hal yang dia lakukan adalah: Read the rest of this entry »





where will u go? (part 1)

10 10 2008

Aku tidak tahu dan sangat ingin ingin tahu, sebenarnya apa sih yang ada dalam rencana orang-orang yang baru lulus? Kerja? Bisnis? atau apa?

mungkin ini akibat kita tidak pernah diajari ilmu berencana kehidupan. Sadar ngga, kita selalu mengikuti hal-hal yang selalu dianggap benar dan aman oleh orang-orang di sekeliling kita. Lulus kuliah itu bagus kalau lanjut kerja di oil and gas company atau melanjut S-2. Atau bekerja dengan gaji besar. Tapi setelah lulus bisnis? “Kan jalan orang kaya tidak lewat jadi pekerja”, begitu pledoinya. di sisi lain mengatakan,”ga aman. tidak jamak orang berkelakuan seperti itu”. Tapi kalau aku di posisi itu, mungkin akan berpikir sebaliknya, iya kalau bisnisnya bagus dan berjalan lancar, Kalau ga? Wah, ketinggalan kereta sama yang employee. Berarti mungkin, ada yang hilang dari pola berpikir kita. Apa?

Mari kita pikirkan bersama dulu, sampai postingan berikutnya.





napak tilas

10 10 2008

“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan kepada-Nya saja. Kemudian, Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah:118)

“Ya Allahu rahman, aku khilaf..”

“sudahlah, tidak mengapa, rahmat Allah demikian luasnya. Masih ada kesempatanmu saat ini untuk bertaubat dan memohon ampunan-Nya.. Allah lebih mencintai hamba-Nya yang mendekat dengan jutaan salah dan permohonan cinta pada-Nya..”

“Tapi, untuk ikhwan seperti diriku? Sepertinya aku tak pantas berada di dalam kafilah dakwah ini.. Aku merasa sangat munafik dan berlumpur dosa. Rasa iri demikian membuncah dalam hatiku menyaksikan mereka yang berjuang dengan ikhlas dan penuh cinta pada perjuangan mereka..”

“sabar, bro.. Mohonkan ampun saja untuk dirimu dan dia. Tak mengapa. Toh, Allah Maha Melihat. Jujurkan saja pada Dia yang Maha Melihat. Tuturkan dalam kesederhanaan bahasa cintamu pada-Nya. Tak ada yang terlampau batas yang kau lakukan. Mungkin geliat persimpangan kehidupan saja yang sedikit kau abaikan. Mungkin memang sudah saatnya dirimu membutuhkan labuhan rindu pada-Nya.”

“Aku merasa ini sudah berulang dan terulang. Ya Allaah.. Nistanya diriku ini..”

“Asal jangan menjadi sebuah ritual dosa yang melipat rasa takutmu pada-Nya.. Tak mengapa.. Segera saja kau akhiri, mohonkan ampun dan khilaf. Sabar, akhi fillah. Allah selalu menguji hamba-Nya pada titik terlemah dalam dirinya.. Mudah-mudahan kau segera memetik pelajaran dari ini. Lagi.”

hening malam itu.. Simfoni kelamnya turut menambah angkuh malam yang mencengkram dada seorang lelaki muda usia di persimpangan kendali jiwa.

Allahu rabbi, laa hawla walaa quwwata illa billah..

Peringatan penulis: kisah ini adalah fiktif. Jika ada kesamaan setting, konten, dan pengalaman dengan pembaca saat ini, maka sudah saatnya kita introspeksi diri bersama..