Futsal!!

26 07 2007

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 lebih 10. Lapangan bola utama di
sabuga sudah penuh dengan anak-anak kecil bermain dan berlatih sepak
bola. Mungkin dari sebuah SSB di kota Bandung yang rutin latihan
disana. Mungkin juga dari RW atau RT antah berantah yang juga cukup
sering aku lihat mengadakan olahraga buat anak-anaknya, seperti
kebiasaan kampungku di Jawa Timur. Entahlah, aku tak terlalu peduli.
Yang jelas saat ini aku sedang terduduk di timur lapangan futsal
tengah yang biasa digunakan ibu-ibu muda untuk senam aerobik hari Ahad
pagi. Kurasakan debu-debu beterbangan meliuk melambai tertiup angin
sepoi pagi. Tanganku masih dingin karena beberapa menit lalu diriku
melaju kencang dengan motor di jalan depan kebun binatang-BATAN-Sabuga
yang katanya salah satu daerah angker di sekitar ITB. Rambut kusutku
sedikit kurapikan dengan jemari tangan karena beberapa menit lalu
terhimpit helm motor.
Read the rest of this entry »





Salam Cinta Untuk-Mu, Akhi..

25 07 2007

“Barakallahu lakum, wa baraka alaikum, wajama’a bainakuma fi khaiir..” doaku lirih dalam sebuah pernikahan saudara dalam dakwah di Klaten, Jawa Tengah.

Hari itu merupakan sebuah peristiwa paling bersejarah dalam kehidupan akh Rohmad (nama sebenarnya). Sebuah jalinan cinta telah disimpulkan dalam sebuah ikatan abadi. Tirai hijab telah disibakkan bagi Beliau atas sang istri. Keindahan menjalani sunnah-Nya seakan lebih indah dari hamparan bunga sakura di negeri Samurai. Ah, akh Rohmad, Teknik Sipil angkatan 2004.

Read the rest of this entry »





Kebiasaan pemimpin sepanjang masa

24 07 2007

membaca buku adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan. Dari membaca buku, kita bisa memperoleh banyak sekali keunggulan intelektual, informasi, dan kesenangan. Bagi mereka yang sering membaca buku atau media cetak lainnya seperti koran, buletin, dan tabloid, pasti akan selalu up to date dalam pengetahuan.

Kamu pernah mendengar Francis Bacon? Dia pernah menuliskan sebuah Quote yang cukup menarik bagiku tentang aktivitas membaca. Kalau tidak salah, begini bunyinya,

Jangan membaca dengan percaya

Jangan membaca dengan melecehkan 

Jangan membaca dengan perlawanan

Bacalah dengan merenungkan 

 

Ya. Membaca memang harus disertai dengan sebuah perenungan. Perenungan tentang makna yang tampak maupun yang tersembunyi dalam tulisan yang kita baca. Kehidupan kah, perjuangan, atau pengorbanan, biasa selalu muncul dalam setiap ukiran kata yang menyelusup ke dalam benak kita.

Mari kawan, mari membaca. Dengan membaca, hidupmu akan penuh kesempatan dan gairah masa depan! Karena membaca adalah kebiasaan pemimpin sepanjang masa.

Warm regards





mimpi di ruas jalan Rotowijayan

24 07 2007

20.35

selalu saja. setiap aku menghadap layar komputer, yang tergambar di benakku adalah gambaran masa depan yang masih berupa sketsa. ya. seperti sketsa rumahku di tahun 1992 yang juga belum begitu detil. Kalau Bapakku bilang, “masih coret-coretan. Belum dibuat maketnya. Ntar beberapa hari lagi abang bisa liat bentuknya jadi 3 dimensi..”.

seorang saudara yang dipersaudarakan denganku juga pernah mengatakan sesuatu dalam sebuah perjalanan belanja di kota gudeg. “slow wae..”, katanya, sambil menikmati cicitan burung, semilir angin menggoyang dedaunan pohon palem di sore hari di kawasan Rotowijayan dan Pakuningratan.

“Hidup itu tidak usah terlalu dipikir berat. Jalani saja hukum-hukum kehidupan, maksimalkan apa yang bisa kita lakukan. Masih mahasiswa, ya belajar yang giat dan rajin biar dapet nilai bagus. Nanti hukum Allah akan berjalan sejajar dengan usaha kita.. slow wae..”, ungkapnya. Aku menghela nafas dan merotasikan pandanganku ke pemandangan di sekitar becak yang berjalan pelan. angin sore hari kota Jogja mengelus-elus wajahku dengan lembutnya. Hidup memang seperti ini, penuh misteri dan tantangan. Diam-diam aku salut pada saudaraku yang satu ini.

Andrea Hirata. Seorang pengarang novel favoritku, seperti selalu menyuntikkan energi pada adrenalinku melalui Arai dengan kata-katanya,

“Bermimpilah! Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu..”

Ya. Jangan pernah berhenti bermimpi, kawan.. Bermimpilah tentang masa depan..





konser demokrasi jalanan

18 07 2007

“kawan-kawan, mari kita pekikkan pekik perjuangan!”

 

“bangkit, lawan, hancurkan tirani!”

 

suara itu membahana, seakan-akan ingin meloncat memecahkan awan-awan lantas berlari menembus langit. debu-debu pun ikut bertambah rancak menari-nari ekstase dalam kepulan asap kendaraan bermotor siang itu, tepat di depan gedung sate, Bandung.

 

Dalam beberapa mili detik aku sempat terdiam dengan tangan masih menggenggam microphone. Retoris. Formalitas. siapa tirani?

kuletakkan stik pengeras suara pabrikan Toa itu di dasar, dan aku meloncat turun dari mobil pick up biru oranye tersebut. pikiranku limbung.

Read the rest of this entry »





diri dalam sendiri

9 07 2007

21.43

kehidupan ini memang penuh dengan liku-liku dan perjuangan. seorang kawan mengatakan,

“jika hidupmu tidak penuh dengan aral dan rintangan, berhentilah sejenak. Coba kau renungkan lagi, apakah kau berada pada jalan yang benar” . benar juga.
untuk kesekian kalinya dalam hidupku aku merasa sangat risau dan bimbang. entah apa yang menyebabkannya, tapi yang jelas, pikiran ini tidak berada dalam fokus yang jelas. ada sebuah kegamangan akan masa depan yang menyeruak dalam tiap bangun pagiku akhir-akhir ini.

seorang calon Production Engineer dari sebuah institut yang katanya terbaik di indonesia bisa berkarya apa untuk bangsa ini? Diriku sedang mengalami sintesis idealita ke dalam sebuah realita. Momen-momen ini yang akhirnya datang ke dalam sebuah keping perjalanan hidup seorang army. momen yang begitu menggairahkan adrenalin, penuh langkah-langkah yang menentukan dalam perjalanan kehidupan seorang kontributor peradaban dunia ini.

duh gusti, berikan daku jawaban.. buatlah diriku trance dalam keberadaan-Mu dan ketiadaan-Ku. jawabkan dalam penggalan-penggalan malamku, bisikkan dalam perjalanan-perjalanku berlatih menemui-Mu.

jika diri ini sudah terlalu merindu-Nya, maka cinta yang mana lagikah yang mampu menelusup dalam relung kalbu-Nya?