Kebiasaan pemimpin sepanjang masa

24 07 2007

membaca buku adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan. Dari membaca buku, kita bisa memperoleh banyak sekali keunggulan intelektual, informasi, dan kesenangan. Bagi mereka yang sering membaca buku atau media cetak lainnya seperti koran, buletin, dan tabloid, pasti akan selalu up to date dalam pengetahuan.

Kamu pernah mendengar Francis Bacon? Dia pernah menuliskan sebuah Quote yang cukup menarik bagiku tentang aktivitas membaca. Kalau tidak salah, begini bunyinya,

Jangan membaca dengan percaya

Jangan membaca dengan melecehkan 

Jangan membaca dengan perlawanan

Bacalah dengan merenungkan 

 

Ya. Membaca memang harus disertai dengan sebuah perenungan. Perenungan tentang makna yang tampak maupun yang tersembunyi dalam tulisan yang kita baca. Kehidupan kah, perjuangan, atau pengorbanan, biasa selalu muncul dalam setiap ukiran kata yang menyelusup ke dalam benak kita.

Mari kawan, mari membaca. Dengan membaca, hidupmu akan penuh kesempatan dan gairah masa depan! Karena membaca adalah kebiasaan pemimpin sepanjang masa.

Warm regards





mimpi di ruas jalan Rotowijayan

24 07 2007

20.35

selalu saja. setiap aku menghadap layar komputer, yang tergambar di benakku adalah gambaran masa depan yang masih berupa sketsa. ya. seperti sketsa rumahku di tahun 1992 yang juga belum begitu detil. Kalau Bapakku bilang, “masih coret-coretan. Belum dibuat maketnya. Ntar beberapa hari lagi abang bisa liat bentuknya jadi 3 dimensi..”.

seorang saudara yang dipersaudarakan denganku juga pernah mengatakan sesuatu dalam sebuah perjalanan belanja di kota gudeg. “slow wae..”, katanya, sambil menikmati cicitan burung, semilir angin menggoyang dedaunan pohon palem di sore hari di kawasan Rotowijayan dan Pakuningratan.

“Hidup itu tidak usah terlalu dipikir berat. Jalani saja hukum-hukum kehidupan, maksimalkan apa yang bisa kita lakukan. Masih mahasiswa, ya belajar yang giat dan rajin biar dapet nilai bagus. Nanti hukum Allah akan berjalan sejajar dengan usaha kita.. slow wae..”, ungkapnya. Aku menghela nafas dan merotasikan pandanganku ke pemandangan di sekitar becak yang berjalan pelan. angin sore hari kota Jogja mengelus-elus wajahku dengan lembutnya. Hidup memang seperti ini, penuh misteri dan tantangan. Diam-diam aku salut pada saudaraku yang satu ini.

Andrea Hirata. Seorang pengarang novel favoritku, seperti selalu menyuntikkan energi pada adrenalinku melalui Arai dengan kata-katanya,

“Bermimpilah! Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu..”

Ya. Jangan pernah berhenti bermimpi, kawan.. Bermimpilah tentang masa depan..