my sweet heart..

10 09 2007

Kata ustad pada suatu ketika,

“Pada dasarnya, semua orang itu bisa mempelajari Al Quran. Semua orang mampu menghafal Al Quran..”

beliau menarik nafas, menutup mushaf dan merapikannya, mensejajarkannya dengan pensil yang tergeletak di depan kami. beliau melanjutkan,

“belajar Al Quran (tahfizh) itu seperti mencari rizki. Rizki itu seperti apa? Semua orang pasti ada rizkinya kan? tinggal kita, mau mencarinya atau tidak. sudah sunnatullahnya seperti itu. Sama dengan mencari rizki, kita pun jika belajar Al Quran mesti seperti itu..”

“Dulu sampai ada ulama yang setiap pagi memurajaah (mengulang hafalan, red) dengan menuliskannya pada kertas-kertas hanya karena beliau tidak dapat bersuara.”

Aku menghela nafas. menatap garis-garis yang membentuk pola terstruktur di lantai hitam masjid Salman sore itu. jiwaku melayang, menerawang merenungkan setiap untaian kata dari sang ustad. Ahh.. betapa naif diriku. memiliki berjuta-juta detik yang terus berlalu tanpa sedetik pun ada kalimatullah yang mengalir melalui air mata ini. Aku merasa menyesal dengan setiap alasan sibuk, UTS, ujian-ujian atau apapun yang memang tiada pernah habis untuk dijadikan alasan. Astaghfirullah….

Alhamdulillah, Engkau masih memberikan setitik iman dan pengharapan dalam langkah-langkah jiwa ini menuju-Mu. Aku tidak tahu, kapan engkau akan memberikan Surga itu kepadaku, tapi yang jelas, aku tahu Engkau Maha mengabulkan doa hamba-Mu. Jadikan aku sahabat Al Quran dan RAsulullah nanti di akhirat kelak ya Allah…

Amin.