terasa sudah sangat lama aku tidak menyentuh dunia maya ini. Terhitung semenjak masa-masa penuh gejolak KRI kemarin. Akhirnya semua itu berakhir dengan memuaskan, setidaknya bagiku sendiri.
Pengalaman KRI kemarin memberiku banyak pelajaran:
1. Bangkitlah kawan, harapan itu masih ada!
Dahsyat sekali, kawan-kawan! Aku pernah melayani superteam yang hebat! Fighting spirit yang luar biasa. Meski kita “hanya” meraih juara 1 regional 2 dan menembus perdelapan final nasional, setidaknya sudah ada torehan sejarah di ITB, bahwa kita pernah menang. Masa’ berita buruk terus yang menerpa dunia perlombaan tim mahasiswa ITB di tingkat nasional. Banyak sih memang yang juara, tapi kebanyakan individu. Bagi saya itu bukan karena ITB-nya, tapi lebih pada potensi pribadi individunya masing-masing.
2. There is no secret ingredients, but believe!
Sebenarnya ini sebuah makna yang aku petik dari “Kungfu Panda”. Tapi dipikir-pikir, kok ya mirip dengan perjuangan kami. BBM-nya cuma semangat dan keyakinan kalau kita bisa.
3. Jangan pernah lupa sama Allah!
Ini yang paling seru. This is real story! Malam itu (Jumat malam kalau tidak salah) kami masih berada di balairung. Aku sedang tilawah untuk juz yang ke-sekian. Rasanya sudah capek, tapi kok masih ada dorongan untuk terus tilawah. Akhirnya aku teruskan saja. Eh, ndilalah, koq pas buka halaman baru, suratnya pas surat Al Fath. Al Fath artinya kemenangan! Subhanallah!! “Wah, ini isyarat dari Allah!”, pikirku. Aku cuma beritahu salah satu anggota tim inti saja ketika itu, untuk menyaksikan dan memberikan spirit padanya bahwa Allah sedang berbicara dengan kita melalui Qur’an-Nya. Dan, kita benar-benar menang!!
Pas nasional, aku ga tau, tapi rasanya lain. Hambar. Dingin. Dorongan tilawah bukan percepatan, tapi perlambatan. Nampaknya syaitan menambahkan gaya pengereman pada hasrat-ingin-tilawah ku. Dan, rasa itu insya Allah aku yakin, sebuah isyarat lagi dari Allah, bahwa aku harus mengambil hikmah dari kekalahan.
Gotcha! Ini sedikit oleh-oleh yang bisa aku bagi buat kalian semua. Maafkan, lama pisan ga nge-blog. Kalian pasti sudah kangen dengan barisan kata-kataku, kan?! (Sok banget, yeuh!!) Salam kemenangan!! Hidup HADE! Hidup Taufikurahman-Abu Syauqi (Hadoh, politik lagi, politik lagi..
)

yup.
sepakat sama no. 3
tau ga my, saya nazar sama Allah lho…
buat yang kemenangan pertama itu…
nazar puasa 2 hari..
dan alhamdulillah terkabul…
walaupun ga jadi apa2 di tim KRI ITB
i think, perjuangan kalian perlu didukung…
kalo ga bisa tenaga, pikiran, uang…
ya doa…
heheh…
tapi ada satu hal yang membuat saya kesel sama tim KRI (army siy sebenernya) yang membuat saya pundung
dan akhirnya saya bilang…ya Allah…saya ga peduli tim KRI ntar menang atw kalah…
gara2 seharian saya nungguin balesan sms, untuk pinjem rekaman lombanya dan ga dibales2 sama ente…
feelnya udah berubah, doanya jadi ga kenceng….
heheh…
entah ngaruh atw engga…
btw…
congratulation buat tim KRI 2008
buat semua yang udah dicapai…
regards,
fans berat tim KRI
@yuli
ok.. ok..
makasih atas doa dan dukungannya..