pemimpin dan gembala

25 07 2008

suatu sore di sudut sebuah negeri, ilalang berhenti bergoyang. Begitu pula pepohonan rindang yang sesaat terdiam. Angin berhenti berdesir. Pun begitu dengan sekawanan domba gunung yang bersimpuh bersamaan tanpa suara.

“Wahai Kakekku, aku tahu engkau ada disini berada dekat denganku. Akankah aku dapat
menemuimu di kehidupanku nanti, setelah urusanku dengan Tuhanku selesai. Betapa
rindu aku hendak bertemu denganmu wahai Kakekku dan bertemu dengan sahabatmu,
kekasihmu, Rasulullah SAW, betapa aku merindukan pertemuan ini..”
( Kakek dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah Khalifah Umar bin Khatab ra )
Read the rest of this entry »





akhirnya datang juga

25 07 2008

huhu..

akhirnya hari itu datang juga. Berdebar juga menanti saat-saat seperti ini. Terkenang suatu lirik nasyid dari seorang munsyid:

selama ini

ku mencari-cari

teman yang sejati..

buat menemani, perjuangan suci..

(brothers)


Kalau terkenang, dimana hari itu kami dipersaksikan dan telah dibukakan hijab antara kita berdua, betapa dahsyatnya Allah memilih jundi-jundi-Nya dalam perjuangan suci ini.
Alhamdulillah, masih teringat ketika diriku pertama kali bertemu dengannya. Mungkin, itu saat paling indah yang pernah aku rasakan sepanjang hidup. Semenjak itu, hampir setiap sore kami bercengkrama di sudut masjid, kadang di perpustakaan sekolah, tak jarang juga di sekretariat kami DS kami tercinta, Al Uswah.

Allah Maha Baik. Ketika jiwa ini merindukan sesuatu yang telah dinanti-nanti sekian tahun, akhirnya diteteskan-Nya lah embun sejuk itu.

“Alhamdulillah, saya sudah memutuskan untuk menikah..”

“Barakallah, akhi! Boleh tahu siapa orang yang diberkahi Allah itu, mas?”

“Saya sudah memutuskan untuk menikah dengan dakwah ini, dik… Hari itu kami sudah dipersaksikan dalam majelis-Nya yang mulia, bahwa diri ini akan selalu sehidup semati bersamanya, baik dalam keadaan susah, maupun senang..”

“… Alhamdulillah, mas…”