Pelajaran dari Sang Guru (2nd)

22 11 2008

imagesSekembalinya dari perjumpaan itu, aku diam-diam merenungkan dalam hati. Ya, Passion. Hasrat. Kemauan. Aku sangat menyadari, bahwa Jiwa ini akan sangat luas ketika hasrat itu mengangkasa.

Alhamdulillah, beberapa hari setelah pertemuan itu, aku diberikan kesempatan lagi untuk bertemu sang guru, di sebuah ballroom hotel lain di pusat kota.

“sudah merenungnya?”

“sudah, guru.. Saya sadar, ada ruang pondasi pikiran yang menanti untuk kita isi dengan hasrat dan kemauan”

“bagus. Nah, siap menerima pelajaran berikutnya?”

“siap, guru!”

“tapi sebelumnya, kamu sudah bisnis apa saja setelah memiliki passion??”

“belum ada, guru. saya mau belajar dulu sekarang tentang bisnis. Baru setelah lulus, saya akan merintis bisnis pertama saya”

“kalau gitu nanti saja pelajaran selanjutnya. Setelah bisnismu jalan”, kata guru sambil mengerjakan sesuatu di laptop.

“Lho, kenapa guru? saya siap sekarang untuk menerima pelajaran. Jangan nanti..”

“nak, semakin kamu tahu tentang bisnis, semakin kamu takut untuk bisnis. Coba lihat, sangat banyak lulusan MBA, S2 Financial and Accounting, doktoral bisnis, tapi tidak segera memulai bisnis. Mereka takut. Ngeri liat angka-angka yang bertaburan diatas kertas financial plan”

Aku tercenung.

“iya, kan? Nah, sekarang kamu pulang, pikirkan lagi tentang sebuah usaha yang akan kamu jalani. Saya ada tips untuk memulai bisnis. Satu, BODOL. Berani Optimis dengan Duit Orang Lain. Kalau kamu ngga punya modal untuk bisnis, minjem. Siapa aja. Bank, ortu, teman, sahabat, tetangga depan rumah, ibu kos, rekan bisnis, siapapun lah, yang bisa ngasih modal ke kamu”

“Bapak mau ngasih saya modal?” Read the rest of this entry »





Pelajaran dari Sang Guru (1st)

22 11 2008

businessmanKali ini, saya akan memuat sekuel kedua dari serial learning in life university. Beberapa seri berikut akan mencerahkan kita tentang bagaimana kita belajar berjalan dalam gelap. Silakan dibaca. No Skimming.

Pelajaran berharga itu diawali dengan pertemuan saya dengan sang guru di sebuah hotel terkenal di Bandung. Dan mungkin inilah awal perubahan besar yang akan terjadi bagi diriku.

“Jadi, kamu masih mau bisnis?”, tanya beliau dalam sela-sela istirahat sebuah diskusi

“iya, pak. Dengan segenap jiwa dan raga saya..”

“hmm.. kenapa kamu mau bisnis?”

“saya ingin kaya, pak”

“terus?”

“ya, pokoknya kaya aja.. Seperti Bapak”

“berapa nominal yang kamu ingin capai?”

“saya ingin punya aset IDR 7T, dan Passive Income IDR 2M/bulan”

“bagus. Hutangnya ada?”

“Ga ada, pak. Saya ga mau punya hutang..”

“Hm.. Jangan. Hutang aja, nggak apa-apa. Masak pengusaha ga punya hutang. Yasudah, nanti saya jelaskan dalam sesi yang lain tentang seluk beluk hutang”

“Saya cuma ingin menjelaskan satu hal dulu kepada kamu”, sambungnya sambil mengambil secangkir hot espresso dan kemudian perlahan diminumnya sedikit demi sedikit. Read the rest of this entry »





Where Will You Go? (5th)

17 11 2008

Banyak yang mau berubah,
tapi memilih jalan mundur.

Andakah orangnya?

Berikut cuplikan cerita dari Ust. Yusuf Mansur. Semoga bermanfaat buat anda. Wajib baca pelan-pelan, jangan di scanning, kalau mau dapat hikmahnya. Selamat membaca!

yusuf_mansyur_002Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya,
“Nanti di depan ke kiri ya”.
“Masih banyak, Pak Ustadz”.
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti.

“PakUstadz!”

Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.

“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”.

Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.

“Saya ke toilet dulu ya”.
“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”
“Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”
“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”
Read the rest of this entry »





Where Will You Go? (4th)

12 11 2008

poor-indian-childBerbicara tentang masa depan, saya jadi merasa mesti harus mengintrospeksi diri. Kenyataannya, kemampuan manusia dalam membangun mimpi tidak lebih kuat daripada dorongan ketika bertemu dengan realita yang sangat jamak dalam menggagalkan mimpi tersebut, yakni kebiasaan menunda. Dan mungkin, kemampuan untuk menunda tersebut, bisa jadi, merupakan sebuah bentuk perasaan takut dari lubuk hati yang terdalam kita terhadap 1 kata: kemiskinan. Miskin dalam segala hal: finansial, iman, persahabatan, dll.

Sadarkah kita, ketika kita menunda suatu pekerjaan, maka sebenarnya saat itu kita juga tengah mengalami perasaan berikut sebagai ekspresi dari ketakutan terhadap kemiskinan tadi:

  1. Overwaspada
  2. Kecemasan
  3. Ketidakpedulian (umumnya diekspresikan dalam bentuk tidak memiliki ambisi, malas secara mental dan fisik, menerima kompensasi apapun yang diberikan tanpa protes, menoleransi kemiskinan)
  4. Tidak/lambat mengambil keputusan (kebiasaan membiarkan orang lain berpikir untuk dirinya)
  5. Keraguan (umumnya diekspresikan dengan alibi/alasan yang disiapkan untuk menutup-nutupi kegagalan. Sering juga terekspresi dalam bentuk rasa iri atas keberhasilan seseorang atau mengkritik mereka)

Read the rest of this entry »





Where Will You Go? (3rd)

11 11 2008

Setelah kita memiliki berbagai macam mimpi besar dan indah, tinggal satu persoalan besar dan terberat, yaitu mewujudkannya. Sebelum membaca artikel pada post selanjutnya, sepertinya kamu perlu mengisi polling dibawah ini terlebih dahulu.





Where Will You Go? (2nd)

2 11 2008

Ok. Cukup merenungnya yang hampir 1 bulan (alasan.. padahal lagi males aja.. hehe..).

baidewey, postingan saya dibawah, jujur saja, tidak bermaksud ingin mempropaganda kita semua dengan virus bisnis/wirausaha. Saya hanya ingin bertanya saja sama kita, kenapa ya, jarang dari kita yang punya rencana spesifik berdasarkan tujuan spesifik. Contoh:

Ujang seorang calon sarjana teknik mesin yang akan lulus pada tahun 2010. Sebelum dia lulus, ada beberapa hal yang dia rencanakan berdasarkan visi besarnya:


Memiliki bioenergy equipment manufacturing terbesar di Indonesia dengan omzet Rp 1 T per bulan di tahun 2035.

Hal yang dia lakukan adalah: Read the rest of this entry »