Wah, sudah sangat lama aku tidak menjamah halaman wordpress. Rasanya kangen dengan kata demi kata yang tertulis. Ok! Masih dengan tema yang serupa dengan sebelumnya, aku akan membahas sedikit tentang buku yang barus saja selesai dibaca. Judulnya: The Answer.
Ini cover bukunya
ini pengarangnya
Secara singkat, buku ini membahas tentang penerapan dari hukum tarik menarik (The Law of Attraction). Jadi, jika kita memiliki suatu mimpi yang begitu mendalam hingga menusuk jiwa, yang benar-benar merasuk ke alam bawah sadar, maka realisasinya hanyalah masalah waktu.
Pada bab awal ada hal yang sangat menarik bagi saya: Penemuan yang aneh, yakni pikiran memengaruhi materi. Menurut buku tersebut, selama 20 tahun karya radikal einstein, terjadi sebuah revolusi lain dlam pandangan dunia, yang sama revolusionernya dengan karya Einstein. Ini dimulai dengan dua pionir terdahulu dunia kuantum, seorang fisikawan Denmark, Niels Bohr, dan muridnya, Werner Heisenberg.
Bohr dan Heisenberg mempelajari perilaku yang membingungkan dari partikel-partikel subatom dan mengenali bahwa sekali lagi anda memandang ke kedalaman inti atom, “partikel-partikel yang tidak terbagi” ini sama sekali tidak mirip miniatur tata surya yangteratur, yang terdiri atas bola-bola bilyar yang kita duga, tetapi sesuatu yang lebih berantakan. Partikel-paertikel ini mirip dengan paket-paket kecil dari kemungkinan.
Setiap partikel subatom tampaknya bukan hadir sebagai “benda” yang padat dan stabil, tetapi sebagai potensi segala jenis kemungkinan dirinya. Prinsip ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa mustahil mengukur semua sifat sebuah partikel subatom sekaligus. Misalnya, jika anda mencatat informasi mengenai lokasi sebuah proton, Anda tidak dapat memastikan kecepatannya atau arah orbitnya. Sebaliknya, jika Anda bisa menemukan kecepatannya, Anda tidak akan bisa menemukan lokasinya.
Karya Bohr dan Heisenberg memunculkan pengertian bahwa di tingkat yang paling mendasar, materi fisik belum menjadi apapun. Menurut pengertian baru ini, pada skala subatom, realitas bukan terbuat dari substansi yang padat, tetapi dari medan-meadn potensialitas – mirip kumpulan sketsa atau gagasan kemungkinan suatu benda daripada benda itu sendiri. Sebuah partikel akan mengambil karakter spesifik sebuah “benda” material (dalam istilah ilmuwan: sifat-sifat benda akan runtuh ke dalam stu keadaan tunggal) hanya ketika partikel itu diukur dan diamati.
Hal yang sungguh aneh itu adalah: penemuan bahwa tindak pengamatan memengaruhi perilaku partikel-partikel ini.
Setiap kali para ilmuwan mencari sebuah elektron, sebuah elektron akan muncul, tepat di tempat merek mengharapkannya. Tidak menjadi masalah apakah orang yang melakukan pengamatan itu ilmuwan atau supir bus. Malah sebenarnya, yang lebih aneh lagi, tidak lama kemudian ditemukan bahwa sekedar niat untuk mengukur partikel-partikel, bahkan tanpa melaksanakan tindak pengukuran itu sendiri, tetap akan memengaruhi partikel-partikel itu!
Tiba-tiba subjektivitas – rindak kesadaran atas sepotong “materi” – menjadi unsur esensial dalam sifat realitas.
Subhanallah..
Kata kuncinya adalah: ternyata mimpi, harapan, dan cita-cita benar-benar bisa mempengaruhi kenyataan yang terjadi atas mimpi itu di masa datang. Hati-hati terhadap pikiranmu, kawan..

Komentar