3 september 2009
02.30 – 04.00
Ditengah pencarianku. Aku bersimpuh dihadapan Allah yang Maha Membimbing. Aku menegakkan punggungku, berdiri menuju Dia. Lama aku menyusuri rakaat demi rakaat. Merasai tarikan nafas demi nafas. Memburu momen-momen pengajaran dari-Nya. Di akhir pengembaraanku, ku bertanya pada diriku dan Allah, “Mana Allahku Yang Maha Membimbing? Aku terperangkap dalam sebuah kesendirian, seolah tak nampak Dia yang membimbingku..”
“Ya Allah.. Ajari aku.. Bimbing aku..”
Aku menangis dan memburu-Nya. Seperti seorang anak kecil yang kehilangan ibunya, aku berlari-lari mengelilingi belantara semesta.
“Ya Allah.. Ajari aku mengenal dan mendekat pada-Mu.. Bimbing aku ya Allah Sang Maha Murabbi..”
Aku hening. Aku menunggu sebuah pengajaran dari-Nya.
Aku menunggu.
Menunggu dan hening.
Aku sudah berazzam, Allah pasti membimbingku.
Tak lama, mataku mengantuk. Tiba-tiba sebuah kesadaran berpisah dari jasad. Aku merasakan sebuah perasaan yang sangat ringan dan tak bermassa. Bagai sebuah entitas dengan massa jenis 0. Sangat ringan.
Jasadku tertidur. Tetapi aku melayang.
“Ya Allah.. inikah pengajaran-Mu?”
Aku mengembara. Membiasa sebuah aku dengan perasaan baru. Menyaksikan jasadku sendiri terlelap tertidur.
“Ya Allah.. Allah..”
“Apa aku ini yang akan meluncur bersimpuh menuju-Mu? Apa aku yang ini Ya Allah?”
Perlahan aku seperti kembali menuju jasadku. Entah dengan sebuah cara seperti apa, mataku kembali membuka. Sebuah kesadaran kembali dan menyatu dengan diri. Aku masih tertegun dengan apa yang telah terjadi. Aku berlari menuju keyboardku. Dan inilah aku.

Komentar