Zero Inflation (2)

4 08 2009

Pernahkah anda berpikir, bagaimana pemerintah menarik pajak dari tukang becak, peminta-minta, atau pemulung sampah?

Pernahkah anda mengamati bagaimana terstrukturnya kreditur siluman dalam menarik pajak mereka yang berada at the bottom of the pyramid?

Pernahkah?

===

Inflasi sebagai Instrumen Penarik Pajak yang Canggih

Menurut saya, fiktif/mitos jika kita mengatakan bahwa Inflasi adalah  kenaikan harga barang-barang. Inflasi perdefinisi (masih menurut saya) laju pertumbuhan uang dalam suatu sistem ekonomi. Atau dengan kata-kata yang lebih elegan, menurut imam Semar dalam sebuah jurnal ekonomi di tahun 2008, Inflasi adalah akibat yang timbul karena pemerintah tidak mampu menarik pajak dari rakyatnya saja. How Come?

Ya, berdasarkan apa yang saya pahami, Inflasi lebih merupakan sebuah “alat” penarik pajak yang canggih dan tidak membutuhkan infrastruktur njelimet. Anda bisa bayangkan dalam sebuah ilustrasi sederhana berikut.

Seorang tukang bakso yang bekerja dalam 1 hari pada tahun 95-an akan mendapatkan omzet sebesar Rp 500 x 30 mangkok = Rp 15.000,00. Nah, catat, uang tersebut kita asumsikan ditabung oleh tukang bakso yang rajin tersebut sebanyak Rp 10.000,00 dengan harapan sebagai biaya masa depan anaknya.

“..abang tukang bakso, mari dong kemari, saya mau beli

satu mangkok saja 500 perak yang banyak baksonya..”

Sekarang, di tahun ini, berapa harga semangkok bakso? Masa depan anak si tukang bakso tersebut perlahan pudar. Jika tukang bakso tersebut menabung selama 1 tahun dengan nominal tabungan Rp 10.000 per hari (2/3 dari keringatnya), maka dia hanya akan memperoleh Rp 3.650.000,00 dalam setahun. Atau jika dikonversi, uang tersebut adalah biaya hidup pas-pasan si tukang bakso tersebut dengan istri dan anaknya selama 1 bulan. Daya hidup 1 tahun dikompres menjadi hanya 1 bulan. Dengan penurunan nilai keringat seorang tukang bakso mencapai minus 900% dalam kurun waktu 10 tahun.

Cumulative_Inflation_by_Decade

Jika kita komparasi dengan data inflasi kumulatif dunia pada grafik diatas, kita bisa bandingkan, bahwa inflasi dunia “hanya” pada kisaran 400%. Ya, mungkin di luar negeri tidak ada pungutan liar, parkir-parkir, preman, dan lain sebagainya yang ikut membuat harga di Indonesia lebih mahal ketimbang negara lain.

Apa tanggapan pemerintah? Pemerintah menghimbau kepada para pelaku pasar agar tidak melakukan penimbunan yang menyebabkan harga-harga naik. Pemerintah menuntut kepada mereka agar tidak memanipulasi harga-harga di pasar yang menyebabkan masyarakat tidak mampu membeli bahan pokok. Damn. Yang benar adalah, pemerintah menginginkan kambing hitam, yakni pelaku pasar, dalam rangka menutupi aibnya dalam penggelontoran uang-uang kertas yang mengambang. Sepakat? Smart. Harus selalu ada kambing hitam dalam setiap langkah-langkah cerdik. Isu-isu perekonomian rakyat menjadi populis dan bisa menggiring pemerintah untuk kembali berkuasa, tanpa masyarakat tahu, siapa dalang dibalik kenaikan harga-harga (baca: zero inflation (1)).

Inflasi ini sangat erat kaitannya dengan penggunaan mata uang kertas di dunia. Coba anda saksikan pada tabel tersebut diatas, amati, pada tahun berapa gradien inflasi kumulatif mengalami titik ekstrem. Saya bantu saja. Pada tahun 1970. Ada peristiwa apa di tahun tersebut? AS meninggalkan standar emasnya. Mengapa? Nanti akan saya ceritakan pada Zero Inflation 3. Jadi? Siapa yang mengatakan standar emas dan uang fiat tidak banyak berpengaruh terhadap perekonomian?

Melindungi Kekayaan Kita dari Inflasi

Memang banyak perdebatan dalam pemilihan mata uang sebagai sarana transaksi. Tapi saya lebih memilih untuk menggunakan emas, dengan pertimbangan maslahatnya jauh lebih banyak. Apa saja?

1. Emas bukan sarana lindung inflasi yang ekselen, tapi setidaknya emas mampu sedikit menahan laju inflasi, paling parah 2% per tahun. Paling baik 2% per 1400 tahun.
2. Emas merupakan sarana lindung krisis yang terbaik. Emas pernah mengalami “violence” dari penguasa pada tahun 1980-an dengan memonopoli kepemilikan emas dari rakyat menjadi ke pemerintah (US). Tapi tidak lama, harga tersebut kembali stabil karena memang nilai tradisional yang kental dari emas dan masih memiliki kepercayaan terhadap profile tersebut sampai hari ini. Dalam waktu yang sangat lama, pemerintah US berusaha “membunuh” emas sebagai sarana investasi dengan mengeluarkan instrumen-instrumen lain seperti bonds, i-bonds, portofolio, dll sehingga cukup banyak masyarakat yang percaya bahwa emas telah mati. Tapi siapa sangka, pada 4 tahun yang lalu, China mengeluarkan kebijakan kepemilikan emas sebagai sarana investasi dan menyimpan seluruh cadangan kekayaannya hingga hari ini dalam bentuk komoditi dengan emas sebagai leadernya. Larry Edelson, Editor of Real Wealth, menyatakan, “In its three short years of existence, it [the Shanghai Gold Exchange] has become the world’s largest trading exchange for gold bullion, with its volume of trading surging well ahead of London, New York, and Hong Kong.”

Sedikit pembahasan tentang China. Anda bisa membayangkan, harga emas yang dahulu tidak berkembang pada 4 tahun yang lalu hari ini menjadi melonjak luar biasa dalam hanya 4 tahun, menggambarkan betapa sebuah kekuatan investasi yang dikekang oleh komunitas/kekuatan pemerintah tidak akan mampu menampung demand kepercayaan dari masyarakat. Hal ini menjadi semakin sulit bagi pemerintah US untuk mampu mengatur harga emas dan membuatnya tetap dibawah.

Selain penggunaan emas sebagai sarana investasi yang diizinkan di China (Kebijakan ETF; bahwa pemerintah China mendirikan lembaga penukaran uang (Exchange Traded Fund) agar semua warga China bisa memiliki emas dalam pecahan harga yang murah) , saat ini perekonomian China menyimpan cadangan kekayaannya dalam banyak komoditi seperti Titanium, Oil, dll. Berbeda dengan US yang merampok perekonomian warganya dengan membeli emas dengan harga murah, kemudian mengeset harga tersebut dengan harga yang lebih tinggi yang secara otomatis meningkatkan kekayaan US dalam sekejap (ketika standar emas masih berlaku di US).

Pada akhirnya saya mau bertanya,

Apakah anda masih memilih menyandarkan mata uang pada sandaran mengambang? Sederhana saja, mengapa anda membeli emas? Anda khawatir dengan harga rupiah anda? Anda membutuhkan penjaminan?

Lebih sederhana lagi, jika kita mengetahui bahwa harga emas memiliki keteraturan dan sarana penyimpanan nilai yang tangguh, mengapa kita masih menggunakan uang kertas? Karena “percaya” itu tidak mudah dibentuk. Dan Emas sudah menciptakannya.

(To be continued: Zero Inflation 3 : sekilas Likuiditas dan Sejarah US meninggalkan mata uang emas)






Where Will You Go? (5th)

17 11 2008

Banyak yang mau berubah,
tapi memilih jalan mundur.

Andakah orangnya?

Berikut cuplikan cerita dari Ust. Yusuf Mansur. Semoga bermanfaat buat anda. Wajib baca pelan-pelan, jangan di scanning, kalau mau dapat hikmahnya. Selamat membaca!

yusuf_mansyur_002Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya,
“Nanti di depan ke kiri ya”.
“Masih banyak, Pak Ustadz”.
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti.

“PakUstadz!”

Dari jauh ia melambai dan mendekati saya. Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.

“Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…”.

Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.

“Saya ke toilet dulu ya”.
“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”
“Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?”
“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”
Read the rest of this entry »





Where Will You Go? (3rd)

11 11 2008

Setelah kita memiliki berbagai macam mimpi besar dan indah, tinggal satu persoalan besar dan terberat, yaitu mewujudkannya. Sebelum membaca artikel pada post selanjutnya, sepertinya kamu perlu mengisi polling dibawah ini terlebih dahulu.





menurutmu….

6 09 2008

Buatku, film adalah ekspresi hidup. Dari film, kita banyak belajar dan merenung. Film-film yang pernah singgah cukup lama di hidupku.

1. Band of brothers

2. Last Samurai

3. Kungfu Panda

4. Ichi Littoru no Namida

5. Sang Murabbi

6. Wanted

7. 4BIA

8. The Hitman

9. Italian Job

10. The Vantage Point

 

Kalo menurutmu, film-film apa aja yang cukup keren untuk ditonton ? Komen yax..





akhirnya datang juga

25 07 2008

huhu..

akhirnya hari itu datang juga. Berdebar juga menanti saat-saat seperti ini. Terkenang suatu lirik nasyid dari seorang munsyid:

selama ini

ku mencari-cari

teman yang sejati..

buat menemani, perjuangan suci..

(brothers)


Kalau terkenang, dimana hari itu kami dipersaksikan dan telah dibukakan hijab antara kita berdua, betapa dahsyatnya Allah memilih jundi-jundi-Nya dalam perjuangan suci ini.
Alhamdulillah, masih teringat ketika diriku pertama kali bertemu dengannya. Mungkin, itu saat paling indah yang pernah aku rasakan sepanjang hidup. Semenjak itu, hampir setiap sore kami bercengkrama di sudut masjid, kadang di perpustakaan sekolah, tak jarang juga di sekretariat kami DS kami tercinta, Al Uswah.

Allah Maha Baik. Ketika jiwa ini merindukan sesuatu yang telah dinanti-nanti sekian tahun, akhirnya diteteskan-Nya lah embun sejuk itu.

“Alhamdulillah, saya sudah memutuskan untuk menikah..”

“Barakallah, akhi! Boleh tahu siapa orang yang diberkahi Allah itu, mas?”

“Saya sudah memutuskan untuk menikah dengan dakwah ini, dik… Hari itu kami sudah dipersaksikan dalam majelis-Nya yang mulia, bahwa diri ini akan selalu sehidup semati bersamanya, baik dalam keadaan susah, maupun senang..”

“… Alhamdulillah, mas…”





ga ngaruh, men!!

20 07 2008

“ga ngaruh, men!!”

itu statement ustad Abu Syauqi yang menanggapi kampanye hitam tentang uang RZI (Rumah Zakat Indonesia) yang katanya diselewengkan untuk dana kampanye PKS.

ada-ada aja ulah kompetitor.

Oya, kawan. Ketemu lagi setelah very-very long time kita tidak bersua. Pekan ini memang pekan yang sangat sibuk dan penuh kegiatan, padahal kita lagi libur. FYI, Ada sebuah kegiatan akbar yang sedang dihelat di kota terkotor nomor 1 se-Indonesia : Pilwalkot kota Bandung.

Pilwalkot Bandung ini memang sebuah momen perubahan yang cukup penting, karena ngefek ke 2,5 juta masyarakat Bandung secara langsung. Oya, ada satu hal menarik yang bisa sedikit kita bahas disini. Incumbent sekarang kan sudah terbukti gagal dalam mengelola kesejahteraan kota tercinta ini, tapi yang aku ga habis pikir, kok ya masih mau-maunya maju lagi mencalonkan diri. Haduh, sumpah bingung daku!

Beberapa prestasi yang cukup populer:

  1. Bandung kota terkotor se Indonesia 2 tahun berturut-turut (2006-2007)
  2. Indeks Pembangunan Manusia melorot dari rangking 14 ke ranking 47. Gila, ga? Ini serius lho!
  3. Angka kemiskinan kota ini tertinggi se Jawa Barat.

Tampaknya memang syahwat berkuasa sedang melanda jiwa pemerintah negeri ini. sampai-sampai -maaf- pemerintah kita beronani politik tanpa mempedulikan bahwa apa yang sudah dia lakukan nyata-nyata membuat negeri ini tambah carut-marut.

Yasudahlah, semoga Allah memberikan kita yang terbaik. Satu hal, tetap tersenyum kawan! Vibrasi kuanta dari senyuman kita siapa tau turut membuat negeri ini segera tersenyum.

“ga ngaruh, men!!”, kata seorang kawan juga yang ditinggal oleh sang pujaan hati. hehehe….





fiuh.. akhirnya!

27 06 2008

terasa sudah sangat lama aku tidak menyentuh dunia maya ini. Terhitung semenjak masa-masa penuh gejolak KRI kemarin. Akhirnya semua itu berakhir dengan memuaskan, setidaknya bagiku sendiri.

Pengalaman KRI kemarin memberiku banyak pelajaran:

1. Bangkitlah kawan, harapan itu masih ada!

Dahsyat sekali, kawan-kawan! Aku pernah melayani superteam yang hebat! Fighting spirit yang luar biasa. Meski kita “hanya” meraih juara 1 regional 2 dan menembus perdelapan final nasional, setidaknya sudah ada torehan sejarah di ITB, bahwa kita pernah menang. Masa’ berita buruk terus yang menerpa dunia perlombaan tim mahasiswa ITB di tingkat nasional. Banyak sih memang yang juara, tapi kebanyakan individu. Bagi saya itu bukan karena ITB-nya, tapi lebih pada potensi pribadi individunya masing-masing.

2. There is no secret ingredients, but believe!

Sebenarnya ini sebuah makna yang aku petik dari “Kungfu Panda”. Tapi dipikir-pikir, kok ya mirip dengan perjuangan kami. BBM-nya cuma semangat dan keyakinan kalau kita bisa.

3. Jangan pernah lupa sama Allah!

Ini yang paling seru. This is real story! Malam itu (Jumat malam kalau tidak salah) kami masih berada di balairung. Aku sedang tilawah untuk juz yang  ke-sekian. Rasanya sudah capek, tapi kok masih ada dorongan untuk terus tilawah. Akhirnya aku teruskan saja. Eh, ndilalah, koq pas buka halaman baru, suratnya pas surat Al Fath. Al Fath artinya kemenangan! Subhanallah!! “Wah, ini isyarat dari Allah!”, pikirku. Aku cuma beritahu salah satu anggota tim inti saja ketika itu, untuk menyaksikan dan memberikan spirit padanya bahwa Allah sedang berbicara dengan kita melalui Qur’an-Nya. Dan, kita benar-benar menang!!

Pas nasional, aku ga tau, tapi rasanya lain. Hambar. Dingin. Dorongan tilawah bukan percepatan, tapi perlambatan. Nampaknya syaitan menambahkan gaya pengereman pada hasrat-ingin-tilawah ku. Dan, rasa itu insya Allah aku yakin, sebuah isyarat lagi dari Allah, bahwa aku harus mengambil hikmah dari kekalahan.

Gotcha! Ini sedikit oleh-oleh yang bisa aku bagi buat kalian semua. Maafkan, lama pisan ga nge-blog. Kalian pasti sudah kangen dengan barisan kata-kataku, kan?! (Sok banget, yeuh!!) Salam kemenangan!! Hidup HADE! Hidup Taufikurahman-Abu Syauqi (Hadoh, politik lagi, politik lagi.. :D )





MyPersonality.info Badge

28 04 2008

Click to view my Personality Profile page





Dialog Penghuni Langit

11 03 2008

Menjelang senja ini, ijinkan aku sedikit berceloteh tentang masa depan. Dimana kita sedang bersenda gurau, bercengkerama di bawah rerimbun pohon firdaus. Sambil menikmati secangkir susu hangat dan sepotong pisang goreng, kita membicarakan kisah klasik masa lalu, ketika kita membangun peradaban di dunia.

“Aku masih ingat…”, kata seorang teman di hadapanku.

“Kalian teman-temanku yang terbaik, yang menyandingku di kala resah, dan menemaniku di kala gundah…”

“Allah demikian baiknya, memberikan kalian sebagai sahabat terakhir sebelum Izrail mengepakkan sayapnya sambil membawa jiwa ini mengangkasa..”, lanjutnya.

Kudengarkan dengan seksama. Aku sudutkan pandanganku pada sepasang belalang mungil yang hinggap di rerumputan, sambil sesekali kumainkan jemariku ke dalam kecipak air di sebuah telaga di samping kami.

Kisah hidup kami memang unik. Terdampar dalam sebuah lingkaran cahaya, hingga akhirnya kami mencita-citakan lahirnya sebuah peradaban. Berjuang dalam recik-recik kehidupan dakwah, melintasi waktu dan masa dalam detik-detik kesederhanaan.

“Aku tahu, Allah telah memberikanku kado terbaik..”, sahutku, masih dalam tatapan yang terkunci pada sepasang belalang tadi. Sekarang belalang itu tampak saling menggesekkan kaki-kakinya. Tampak begitu akur.

“..dan..”

Kualihkan pandanganku. Kutatap lekat mata-mata bercahaya di sekitarku.

“kado itu adalah kalian saudaraku..”

Sesaat kemudian ribuan malaikat menyenandungkan irama surgawi dalam sebuah orchestra kehidupan eternal.

 

***

 

Kekeringan jiwa ini melahirkan kegamangan kita dalam bergerak. Mungkin hal ini karena kita tidak pernah memiliki seseorang yang benar-benar kita kagumi keberadaannya. Mungkin, kita tidak pernah merasakan kehadiran pahlawan-pahlawan peradaban di sekitar kita. Padahal mereka nyata, dan mungkin, mereka ada di sebelah kita sekarang, sedang mendoakan kita.

Temukan mereka di dalam sebuah perkampungan yang indah, kampung yang melahirkan inspirasi bagi jiwa resah kita, dan kami biasa menyebutnya dengan sebutan, kampung bocah.





for my bro and sist @ ITB: just Remember the Titans

28 12 2007

so long since my last post. It’s because my internet connection in my dorm getting into trouble, and so my laptop do. therefore, I just can reconnect again in the lab.

Do you remember? the great film at 2001 : “Remember the Titans” starring by Denzel Washington. Very great film. It is talk about solidarity and egalitarianism, which the black and white must walking together, if they want to get the optimum result.

the tagline that i still remember : Before could win, we had to become one.

So deep and  brighting mind.

Maybe, if we are the human race (or ikhwah too) can apply that principle, can make everything so easy to reach. Can make the “umat” rightfully proud with Islam, with their unity and brotherhood.

Bro, Guys, maybe we still have the second chance to be one.. We just only need the “Solidarity Forever”.

just only maybe..