menurutmu….

6 09 2008

Buatku, film adalah ekspresi hidup. Dari film, kita banyak belajar dan merenung. Film-film yang pernah singgah cukup lama di hidupku.

1. Band of brothers

2. Last Samurai

3. Kungfu Panda

4. Ichi Littoru no Namida

5. Sang Murabbi

6. Wanted

7. 4BIA

8. The Hitman

9. Italian Job

10. The Vantage Point

 

Kalo menurutmu, film-film apa aja yang cukup keren untuk ditonton ? Komen yax..





sail away the ship from the harbour..

2 09 2008

Gila!! Tingkat keseruan hidup perkuliahan ternyata ada di detik-detik terakhir. Belum pernah adrenalinku mengalir seperti magma yang menyentak kawah melalui kepundannya – seperti saat ini.

Bagaimana membangun masa depan yang membara? Jangan pernah percaya pada kenyamanan saat ini, kawan. Like this:

Beres kuliah->Cari kerja->nikah ->hidup tenang berkarir->punya anak->menikmati masa tua->MATI.

Is this life???

I think my deep answer is: No.

Buat hidupmu membara! Kata seorang agitator dan provokator kelas tinggi: “kalau kau melakukan hal yang biasa dari hari ke hari, GILA jika memimpikan hal yang luar biasa.” Siapakah provokator itu? Albert Einstein.

Aku ingin membagi nukilan pemikiran, bagaimana membangun masa depan yang luar biasa. Kalau mau ikut, ayo. Tapi aku sendiri juga masih dalam taraf eksperimen saat ini. Dare to fail!

1. Jangan mau kerja. Buka lapangan kerja. Nekad. Jangan mau nglamar kerja barang sekalipun.

2. Cari mentor bisnis yang banyak sebelum lulus. Kalau perlu yang masih middle. Biar bisa belajar banyak.

3. Cari kenalan yang banyak sebelum lulus.

4. Nikah sebelum lulus.

5. Tawakkal, hanya Allah yang maha memiliki segala rezeki di muka bumi. Kalau Allah mau bisa saja “DhueRR!!” 1 Miliar di depan mata. Tapi kan sunnahnya ga gitu. Mesti ada usahanya.

Ini adrenalinnya 1000 L/m3, boi. Pompanya juga mesti yang headnya gede. :D

Dahsyat lah pokoknya. Selamat beradrenalin ria!





antara ruhiyah dan rupiah

26 08 2008

kadang aku sering berpikir singkat setelah baca sirah Rasulullah, gimana ya cara sahabat-sahabat Rasul itu memanajemen waktu dan kehidupan, sedang hidup mereka diliputi ratusan agenda-agenda perjuangan Islam, mulai dari Syuro, mendakwahkan Islam kepada keluarga, masyarakat, membebaskan budak-budak, berlatih perang, merawat hewan ternak, dll. Jujur saja, aku sering bertanya dalam hati tentang hal tersebut. Pasti ada sesuatu yang telah mereka lakukan, sehingga semua hal tersebut dilakukan dengan baik.

Dan, ternyata setelah aku membaca sekian artikel kontemporer, jawabannya singkat: passive income. Gimana mau menjadi yang terdepan dalam mengajak orang lain kepada Islam, mentarbiyah ummat, wong kebutuhan untuk diri sendiri belum terjamin. Masih self employee kata pak Robert Kiyosaki. Ini ternyata kuncinya. Gimana mau punya idealisme setinggi langit, kalo ternyata ujung-ujungnya kita terbentur pertanyaan,”Mau dikasih makan apa anak dan istri kita kalo kita sibuk mengerjakan aktivitas sosial (non-profit)?”

Akhirnya kita harus punya skenario besar, menjadi aktivis dakwah keummatan. Bagaimana?

1. Penghasilan Pasif dan Aset Ekonomi Pribadi

Ini menjamin diri kita memiliki waktu yang luar biasa banyak dalam bekerja untuk umat. Banyak agenda dakwah ini, bung. Tidak hanya sekedar menjadi aleg atau menjadi aktivis partai saja. Belum ada yang mengisi wilayah muamalah. Belum ada yang menyentuh hukum Indonesia. Rakyat miskin dan termiskinkan, masalah mental budaya dan pragmatisme kehidupan, masih belum tergarap. Ini baru berbicara masalah parsial di Indonesia. Belum wilayah ‘Alamiy. Saudara kita di Perancis, Inggris, Palestina, Sudan, Chechnya, Rusia, dan banyak negara lainnya masih belum memiliki kondisi yang kondusif dalam berIslam. Sebagai kader dakwah, kita mesti ready 24 jam mengurus dan mengantisipasi hal tersebut, kalau mau jadi yang paling istiqomah dan paling luar biasa kontribusi keummatannya.

2. Kekuatan individu, yang terbangun sempurna dengan amal jama’i di keluarga.

Maksudnya, amal jama’i dalam keluarga itu penting, Melawan jahatnya Syaithan tidak bisa sendiri-sendiri, mesti berjamaah. Nah, jika kita sudah memiliki partner sejati dalam menghalau amunisi-amunisi syaithan tersebut, Insya Allah, kekuatan diri lambat laun akan meningkat, semakin imun terhadap godaan Syaithan. Ini masih tesis dari saya, silakan kalau mau dikoreksi. Siapa partnernya? Ya Istri dan anak-anak kita. Makanya, khusus untuk hal ini, kita harus benar-benar cermat dan teliti. Tapi kalau alat ukurnya baik, kecermatan dan ketelitian itu bisa dicapai dalam waktu singkat kok. Silakan tanya insinyur mesin yang belajar metrologi dan statistika. Alat ukur pembandingnya adalah Rasulullah, shahabat, dan shahabiyah. Dari mana referensinya? Al Qur’an dan Hadits dong.

3. Kekuatan tawakkal

Setelah komponen ruhiyah dan rupiah ini kita penuhi, amanah dari Allah untuk kita dalam mengemban perbaikan di muka bumi ini tinggal menunggu waktu saja. Dan semua itu kita tidak mencari, tapi menyiapkan. Kita pasrahkan saja kepada Allah, mau diletakkan dimana diri kita ini. Apa jadi aleg, jadi tokoh masyarakat, aktivis kepemudaan, penyumbang dana, dll semua Allah yang bimbing. Dan poin 1 serta 2 diatas juga merupakan sebuah i’dad bagi kita dalam menunggu amanah dari Allah.

CMIIW, silakan saja kalau kita mau diskusi.





Wow! Hidup semakin seru!!

21 08 2008

tak.. tik.. tak.. tik..

wow! Hidup semakin seru!

1. Berpenghasilan

Ini target pertamaku. Dan ini direncanakan untuk segera terealisasi akhir tahun 2008. Sekarang sudah bulan Agustus. Berarti maksimal 4 bulan lagi. Semoga setelah Bulan Ramadhan yang penuh berkah nanti segera terwujud.

2. Maratibul Amal tahap 2 (menikah)

Bismillah. Satu hal. Ini bukan sesuatu yang main-main, kawan. Kalau ingin meledakkan potensi, ini kuncinya. Semoga awal tahun 2009 bisa terealisasi. Semoga bukan HOAX. No comment dulu. Tunggu tanggal mainnya.

3. Lulus

Ini target terakhir rencana jangka pendekku. Bulan Maret 2009. Army Alghifari, ST.

Aku bergairah merasakan gelora adrenalin yang semakin menggelegak ketika mengantarkan raga ini meraih mimpi-mimpi. Jiwaku semakin membara mengikuti langkah kaki, dalam pengembaraan menuju ketentraman di alam moksa surgawi. Aku masih merindukan cadasnya batu karang kehidupan, terhimpit kegelapan, dan berjibaku dalam pedihnya perjalanan ini. Aku ingin hidup! Aku ingin merasakan sari pati kehidupan! (inspired by AH; I love ur books!)





La Vita Nuova

5 08 2008

Già eran quasi che atterzate l’ore/ Del tempo che onne stella n’è lucente, /Quando m’apparve Amor subitamente,/ Cui essenza membrar mi dà orrore.

Ya, hari ini.

Aku membuang pandanganku ke kuda-kuda besi yang tengah berlari di jalanan. Makhluk-makhluk itu berkeliaran ibarat alunan syair dante abad pertengahan yang seolah mengunyah banyak karya shakespeare. Liar.

Aku masih tercenung dengan secangkir espresso di hadapan. Sendiri di tengah kegelapan hati. Hitam pekat, seperti banyak isi kepala manusia abad gelombang ketiga menjelang empat ala alvin Toffler.

Masih muncul kengerian itu mencekik malamku, ketika segala sesuatu tampak tidak berakhir dan bermula sederhana. Aku kehilangan sepertiga jiwaku di sepertiga malam pertama terhitung dari akhir.
Aku gelisah dengan segala kegelisahan, mungkin serupa dengan kegelisahan Nabi Muhammad ketika mengekstrapolasi bayang-bayang umatnya di masa-masa mendatang.

Mungkin kegelisahan ini bisa segera diamputasi dari bagian primer tubuhku, kalau saja tembang sendu itu mulai jijik kepada diriku.

Kuhirup kembali espresso yang sedikit menggenangi piring kecil di atas cangkirnya. Kuhirup dalam-dalam, agar segera merasuk menembus jejaring sel-sel otakku yang mulai beku.

Waktu ketiga menjelang akhir/ketika setiap bintang di langit gemerlapan/ Cinta datang ke hadapanku begitu menakutkan/yang pada kenanganku melekat ngeri.





pemerintahan dada rosada terindikasi korupsi

4 08 2008

Setelah melihat siaran TV one kemarin pagi dan membaca berita okezone malam ini, saya jadi ingin menulis.

Jika kamu sudah memastikan diri untuk memilih incumbent dalam pemilu nanti, harap segera berpikir ulang dan pertimbangkan masak-masak, apa dampak yang akan kamu terima selama 5 tahun ke depan.

1. Skenario baik: Dada rosada bukan koruptor.

Jika memang adanya demikian, maka kamu bisa mengambil kesimpulan, Dada belum memiliki ilmu manajemen dan pemerintahan yang baik dan mesti harus banyak belajar pada yang lebih mampu. Lho, kenapa? Presrasi ketidakmampuan memanajemen dana APBD sebesar 2,1 T sudah sangat berlimpah. Diantaranya:

  • Kota metropolitan terkotor se-Indonesia 2 tahun berturut-turut, tahun 2006 dan 2007. Artinya Bapak kita ini tidak mampu mengelola lingkungan kota Bandung. Alhamdulillah, Bapak mau mengurus persib, tapi mbok ya lingkungan jangan dianak-tirikan seperti sekarang ini.
  • Indeks Pembangunan Manusia yang melorot tajam dari peringkat 14 menjadi peringkat 49. Waduh, Mangga saja pak dada kalau mau membangun Mall yang super besar, kondominium yang megah, tapi rakyat tidak butuh itu, pak. Bapak tidak mau mendengar jeritan masyarakat yang semakin bertambah miskin semenjak bapak jadi walikota.
  • Sekolah gratis tidak pernah ada. Jika pun Dada mengklaim ada sekolah gratis, itu hanyalah SPP sebesar Rp 10.000. Sedang biaya buku dll mencapai Rp 1,5 juta rupiah per semester.

Pak, kita butuh walikota yang cerdas dan mampu mengatasi banyak masalah dengan cepat. Kalau bapak tidak mampu, ya sebaiknya Bapak mesti berikan pada yang lain saja. Jangan meksa mau maju, nanti semakin dekat dengan neraka. Berikanlah sutu urusan kepada ahlinya, karena jika tidak, maka tunggulah kehancurannya.

2. Skenario 2: Dada rosada terbukti korupsi

Berarti sudah saatnya kita doakan bapak Dada yang terhormat agar segera bertaubat dan menemukan jalan yang benar. Padahal beberapa saat yang lalu saya melihat baligho dada bertebaran di jalan dengan pose berdoa dan mengklaim sebagai calon yang agamis. Sudahlah pak dada, jangan agama dijadikan kedok dan dijual kepada masyarakat kita yang masih menderita. Agama itu jalan hidup, keselarasan antara yang ada dalam hati, yang terucap, dan yang dilakukan. Kalau memang bapak korupsi, ya sudah. Kami memahami Bapak masih butuh memberi makan anak istri bahkan cucu. Tapi mbok ya direnungkan, ada jutaan masyarakat kota bandung yang masih belum bisa makan enak. Yang Rp 140-an Miliar itu mbok ya dikembalikan saja kepada masyarakat.

kembalikan pada hati nuranimu, kawan!!





masa’ sih ini Abu Syauqi?

28 07 2008

Ga percaya.

Jujur, pada awalnya aku ga percaya kalo itu Abu. Kurus perawakannya, rambut tebal acak-acakan, pakai peci putih yang sepertinya sudah sangat lama ga dicuci, dipadukan dengan baju gamis biru langit yang sudah hampir memutih, mungkin gara-gara pakaian Abu tinggal selembar itu aja. cenderung lebih mirip Amrozi ketimbang Abu Syauqi.

Tapi itu dulu, men!

Sekarang? Wuih! Keren, boi! Badan sudah jauh lebih gemuk, rambut cepak dan muka bersinar, baju licin, kadang pake batik, kadang baju koko putih. Aku curiga, ini mungkin gara-gara si Syauqi yang sering mempengaruhi Abu untuk tampil beda dan elegan.

Berikut foto Abu

Read the rest of this entry »





beuh.. pilwalkot

26 07 2008

Spot 1

“assalamu’alaikum..”

“waalaikum salam..”

Terlihat sosok akhwat berjilbab lebar yang sedang tersenyum menatapku. Hm.. ngapain ni cewe..

“Mas, ini, saya mau menawarkan TRENDI, lho. Sudah kenal, mas?”

Ya elah. Belum tau ni cewe kayaknya. Kerjain ah..

“Mangga-mangga! Silakan Masuk dulu!”, sahutku.

Spot 2

Aduh, panas bener siang ini. Target belum nyampe lagi. Huh, gapapa. Lillahita’ala, baby..

Aku melangkahkan kaki perlahan menyusuri komplek perumahan tersebut. Entah kenapa, pikiranku tergerak untuk menuju sebuah rumah yang sepertinya bisa disapa penghuninya. Mari kita coba.

“Assalamu’alaikum..”

“waalaikum salam..”

sosok berwajah agak liar tampak terlihat di sela antara daun pintu dengan kusennya. Haduh! Salah orang nih! Ya Allah, kuatkan hamba-Mu.. Sudah, coba aja. Siapa tau berhasil. Allahu Akbar!

“Mas, ini, saya mau menawarkan TRENDI, lho. Sudah kenal, mas?”, Tanyaku. Kupaksakan untuk tersenyum, meski rasanya berat bagiku.

“Mangga-mangga! Silakan Masuk dulu!”, ujarnya.

Tubuhnya kurus, seperti korban narkoba. Lehernya berkalung. Tangannya? penuh gelang. Aku bergidik. Kujaga agar pintu rumah tetap terbuka, untuk berjaga-jaga kalau-kalau terjadi sesuatu yang tidak kuinginkan. Kulemparkan pandangan ke sekeliling ruang tamu itu. Aku telusuri pigura-pigura berlapis warna emas keperakan yang membungkus foto-foto tersebut. Satu demi satu. Foto keluarga, foto sendiri, foto dengan berbagai pose yang sepertinya kukenal akrab. Masya Allah!!

Spot 3

“Mas Syauqi ya?”

Sambil nyengir kuda, pemuda kurus seperti pengguna narkoba tadi mengangguk. Jdhang!!

“Kenapa, teh?”

“Jadi ini rumah Abu Syauqi?”, Tanyaku dalam pias rona muka seperti buah stawberry matang.

“Ya iya, lah.. Secara foto-fotonya Abu Syauqi semua disitu. Masa’ rumah teteh?”, jawabnya usil.

WakwAw!!!

“Ha… punten pisan, kang Syauqi.. Nuhun, Assalamualaikum, kang.. Afwan mengganggu siang-siang..”

Aku pacu langkahku meninggalkan rumah itu dengan segera. Senyumku tak mampu lagi bersembunyi dibalik malu. Ha… ada-ada aja, ya Rabb..

*kejadian tersebut bukan fiktif belaka. Fakta, meski sedikit dibumbui oleh kejahilan penulis agar sedikit segar dan menarik untuk dibaca..




pemimpin dan gembala

25 07 2008

suatu sore di sudut sebuah negeri, ilalang berhenti bergoyang. Begitu pula pepohonan rindang yang sesaat terdiam. Angin berhenti berdesir. Pun begitu dengan sekawanan domba gunung yang bersimpuh bersamaan tanpa suara.

“Wahai Kakekku, aku tahu engkau ada disini berada dekat denganku. Akankah aku dapat
menemuimu di kehidupanku nanti, setelah urusanku dengan Tuhanku selesai. Betapa
rindu aku hendak bertemu denganmu wahai Kakekku dan bertemu dengan sahabatmu,
kekasihmu, Rasulullah SAW, betapa aku merindukan pertemuan ini..”
( Kakek dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah Khalifah Umar bin Khatab ra )
Read the rest of this entry »





akhirnya datang juga

25 07 2008

huhu..

akhirnya hari itu datang juga. Berdebar juga menanti saat-saat seperti ini. Terkenang suatu lirik nasyid dari seorang munsyid:

selama ini

ku mencari-cari

teman yang sejati..

buat menemani, perjuangan suci..

(brothers)


Kalau terkenang, dimana hari itu kami dipersaksikan dan telah dibukakan hijab antara kita berdua, betapa dahsyatnya Allah memilih jundi-jundi-Nya dalam perjuangan suci ini.
Alhamdulillah, masih teringat ketika diriku pertama kali bertemu dengannya. Mungkin, itu saat paling indah yang pernah aku rasakan sepanjang hidup. Semenjak itu, hampir setiap sore kami bercengkrama di sudut masjid, kadang di perpustakaan sekolah, tak jarang juga di sekretariat kami DS kami tercinta, Al Uswah.

Allah Maha Baik. Ketika jiwa ini merindukan sesuatu yang telah dinanti-nanti sekian tahun, akhirnya diteteskan-Nya lah embun sejuk itu.

“Alhamdulillah, saya sudah memutuskan untuk menikah..”

“Barakallah, akhi! Boleh tahu siapa orang yang diberkahi Allah itu, mas?”

“Saya sudah memutuskan untuk menikah dengan dakwah ini, dik… Hari itu kami sudah dipersaksikan dalam majelis-Nya yang mulia, bahwa diri ini akan selalu sehidup semati bersamanya, baik dalam keadaan susah, maupun senang..”

“… Alhamdulillah, mas…”